refleksi: end point

Posted on

Wew. Tidak menyangka. Tidak menduga. Baru semalam sebelumnya saya membulatkan tekad untuk meneruskan perjalanan saya di Pulau Lombok. Tapi di pagi harinya, saya mendapat sentilan dari Dia.
Kamis pagi itu, setelah baru saja memejamkan mata kurang lebih satu jam, saya dibangunkan oleh rasa sakit yang luar biasa di bagian perut. Rasa sakit yang tidak bisa saya deskripsikan, karena baru kali ini rasanya saya diserang sakit seperti itu. Melilit, mual, keringat dingin. Saya pun bergegas mencari dokter yang ternyata ada di UGD salah satu klinik dekat hotel saya menginap. Dengan setengah sadar saya pun diberi pertolongan pertama oleh dokter jaga dengan memberikan suntikan pengurang asam lambung. Langsung bereaksi. Tanpa ditemani seorang pun saya berjuang melawan hawa mual dan sakit di perut selama hampir 1 jam. Setelah sakit mereda, saya mulai menelpon satu persatu orang terdekat saya, termasuk seorang teman yang juga kebetulan menginap di hotel yang sama. Dia juga yang akhirnya mengurusi saya sampe akhirnya saya pulang di Jumat pagi.
Sepanjang hari kamis itu saya hanya berbaring mengatasi rasa sakit yang masih kerap menyerang. Berteman telpon dan sms dari berbagi pihak, saya pun melewati hari itu.
Jadi ingat betapa jumawanya saya pamer akan menaklukkan pulau Lombok sendirian. Hahahhhaha…saya tahu Dia tidak tidur. Terimakasih Gusti sudah diingatkan. Saya harus pulang.
Mungkin saya memang tidak mendapatkan apa yang saya cari dari perjalanan ini, namun saya mendapat hal lain. Masih ada yang Maha Berkehendak di atas sana.
Well…Lombok…I’ll be back! Someday! Ada yang mau menemani?

Advertisements

3 thoughts on “refleksi: end point

    christin said:
    March 24, 2009 at 6:39 pm

    aku mau pris :mrgreen:

    tapi sekarang uda ndak papa kan?

    sip! september ini! nanti aku jemput kamu dulu dari terminal 3! kita hamburkan euro-mu disanah! muah! muah! 😆
    sekarang ini udah mendingan, paling kambuh2 dikit….

    semuayanggurih said:
    March 25, 2009 at 10:37 am

    yuk, mari terapkan kearifan lokal kita: selalu melihat hikmah dari segala peristiwa, betapapun apesnya kita. dalam kasusmu, bersyukurlah karena telah diingatkan Dia meskipun dengan cara yang sedikit “keras”. pasti karena km bandel tu, huahahaha…
    kalo orang jawa bilang, “masih untung… dst dst”
    kalo orang bule bilang, “whatever doesn’t kill you, will make you stronger”

    it was killing me! bayangkan aku harus ngesot ibaratnya setengah sadar ke UGD terdekat sendirian! Gusti, pasti aku bandel sekali sampe diingatkan segitunya! 😆

    sofianblue said:
    March 27, 2009 at 6:33 pm

    saya pernah bilang sebelumnya.
    makan. nggak malah ngunyah permen..
    dasar. gak iso di kandani!!
    Anake sopo to kowe?

    😦 tengah malem gitu resto hotel udah tutup!
    lha daripada memerih???
    aku anak kucing! (idiot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s