my hero

Posted on Updated on

kemaren tanggal 10 November. yang bangsa Indonesia peringati sebagai hari pahlawan. muncul berbagai pertanyaan di luar sana? apa itu pahlawan? siapa pahlawan anda?

baiklah. kali ini saya akan bercerita soal salah satu pahlawan saya.

bagi saya, pahlawan adalah seseorang yang berjasa bagi seseorang dan lingkungannya. ya mungkin ada definisi lain tapi saya tidak peduli. pokoknya saya mau pake definisi yang itu saja.

pahlawan saya adalah kakek saya. bapak dari ibu saya. saya memanggilnya mbah kakung. lelaki yang sangat dekat dengan saya, bahkan sepertinya lebih dekat daripada saya dengan bapak saya sendiri.

dulu kami tinggal terpisah. beliau tinggal di kampung halaman kami di Temanggung. sedang kami sekeluarga tinggal di Bandung. beliau sering sekali berkunjung ke Bandung, naik kereta api. dan membawa segepok cerita sepanjang perjalanan. sesekali saya juga pernah diajaknya naik kereta api ekonomi pulang kampung. membeli sepincuk pecel dan jajanan lainnya. menikmati pemandangan dari balik jendela kereta dan mengamati orang-orang segerbong.

beliau juga rajin mengirim surat buat saya dan adik saya, dan menyelipkan beberapa lembar uang ribuan yang bisa bikin saya kaya mendadak di awal tahun 90an itu.

banyak sekali cerita yang keluar dari mulut beliau. banyak yang tidak saya ingat. namun banyak juga yang membekas. tentang perjalanannya bertemu berbagai macam orang. perjalanannya mencari penghidupan dan kehidupan. berbagai nasihat kecil selalu terselip di tiap-tiap ceritanya. kadang berulang. mungkin bosan bagi orang lain yang sering mendengarnya. tapi bagi saya, hal itu ternyata salah satu cara ampuh dalam menanamkan nilai-nilai tersebut.

beliau yang bersusah payah dan bersikeras untuk membiayai saya masuk kuliah, tanpa ribut mempersoalkan jurusan apa yang akan saya ambil. padahal ibu saya sendiri sudah ketir-ketir pas saya bilang saya mau ambil jurusan teknik penerbangan. mau jadi apa kamu nduk? mungkin itu yang ada di pikiran ibu. tapi berbekal kepercayaan mbah kakung, saya maju terus, walopun saya terdepak dan akhirnya ketrima kuliah di Semarang. beliau juga yang membayar dan mengantar saya untuk daftar ulang. bangga sekali tampaknya akhirnya cucu pertamanya ini ketrima di universitas negeri.

tidak lama saya kuliah, beliau mengajak saya dan ibu serta adik dan sepupu saya untuk pergi ke Jawa Timur. napak tilas jejak leluhur katanya. akhirnya kita berhasil juga menemukan jejak keluarga yang terpisah sekian puluh tahun. beliau juga yang menurunkan sifat ‘merekatkan keluarga’ ini pada saya. saya biasa dididik untuk mengenal keluarga dan kerabat saya. perjalanan itu pula yang mengasah insting jiwa petualang saya. halah. kami berjalan mencari sesuatu dengan bekal minim. dan berjalan dengan mengandalkan arah mata angin. saya senang bisa berperan jadi navigator dan pembaca peta sekaligus tukang tanya jalan saat itu. tidak lupa kami mampir ke makam Bung Karno, tokoh yang beliau kagumi dengan sangat.

perjalanan selanjutnya adalah saat saya baru saja masuk kerja. beliau dengan ngototnya pengen menjenguk adik saya di Bali. pengen ngrasain naek pesawat. dan harus saya yang mengantar. waks! dengan senang hati akhirnya saya ngibul dikit kepada bos untuk menghadiri acara keluarga di Bali. perjalanan yang menyenangkan buat saya, tapi tampaknya tidak bagi orang sepuh seperti beliau. pesawat delay dan udara bali yang panas rupanya membuat beliau tidak merasa nyaman. namun tetap senang karena akhirnya kesampaian pergi ke Bali. naek pesawat.

seingat saya, saya tidak pernah mendapat halangan serius soal apapun dari beliau. apalagi soal pendidikan. saya diberi kebebasan sepenuhnya. asal bertanggung jawab. larangan yang jelas sering diutarakan memang soal laki-laki. agar saya tidak dulu tergoda dengan urusan ini sebelum saya selesai sekolah. tidak dijelaskan dengan detil sih apa alasannya. tapi dengan bekal kebandelan saya, akhirnya saya membuktikan memang nasehat beliau ada benarnya. urusan laki-laki memang bikin ruwet. o iyah…beliau juga tidak suka saya begadang nonton bola. yang untuk hal ini saya juga membandel. kebiasaan saya minum kopi tampaknya juga menurun dari beliau. juga kesenangan menjelajah dunia dengan selembar peta.

satu nasehat yang saya jadikan pegangan sampe sekarang adalah: ‘urip kuwi kudu iso sawang sinawang’ yang artinya, hidup itu harus saling memandang, bukan hanya ke atas tapi harus bisa memandang ke bawah juga. dalam rangka bersyukur. dan mengukur kemampuan diri.

sabtu wage, 7 november 2009, tepat di hari pasaran kelahirannya, 90-sekian tahun yang lalu, beliau meninggalkan saya. meninggalkan adek-adek saya. meninggalkan anak-anak dan menantunya. meninggalkan sodara-sodaranya. meninggalkan ladang kopi yang sangat dicintainya. meninggalkan tanah air yang dibanggakannya.

iya, saya bersedih. saya merasa belom penuh berbakti padanya. dan memberi buyut yang lucu-lucu. tapi saya sudah ikhlas. sudah waktunya beliau beristirahat.

sugeng tindak, my role model, my best man, mbah kakung-ku. πŸ™‚

p.s: dulu kalo beliau mau pergi2 tanpa mau diikuti cucu-cucunya, beliau pasti bilang mau ke Harare, jauh sekali. beberapa tahun kemudian saya baru tau kalo itu ada di Afrika sana. dan masih berharap saya bisa menginjakkan kaki disana. πŸ™‚

Advertisements

5 thoughts on “my hero

    didut said:
    November 12, 2009 at 7:31 am

    mbahmu ketoke sep bgt piz..semoga beliau tenang di sisiNya

    mizan said:
    November 12, 2009 at 8:17 am

    Jadi kapan backpackeran ke Harare?

    semuayanggurih said:
    November 13, 2009 at 11:36 am

    sama pris. aku juga ngerasa belum sempet mbale jasa mbah. tapi beda denganmu, my hero of all time adalah emak saya. gak bakal wani2 deh sama emak

    eliabintang said:
    November 15, 2009 at 3:53 am

    sebenernya kita semua dilahirkan untuk jadi pahlawan. saat ayah memimpin keluarganya, ibu mencintai keluarganya, dan anak menghormati orang tuanya.. mereka semua pahlawan mnrt saya πŸ˜€

    Mbah Jiwo said:
    November 17, 2009 at 3:45 pm

    wedew…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s