adv

Lagi, tentang bermain #adv

Posted on Updated on

Mana ini yang katanya mo rajin ngeblog lagi?! hohohoho… Udah beranak 2 juga ternyata tidak menjadikan saya tambah pinter bagi waktu. Tetep aja berat urusan kantor kalo lepas dari ngurusin rumah. Urusan kantor sih diusahakan tetep dikerjain di kantor ya… Nah kalo urusan rumah ini kapan pun, dimana pun, termasuk disela-sela keribetan di kantor. Kadang sering juga browsing sana-sini, baca ini itu, soal parenting dan perintilannya yang rasanya gak ada habisnya.

Salah satu perintilan yang tadinya saya pikir penting gak penting adalah soal mainan. Tadinya? Iya. Soalnya saya pikir tadinya mainan itu ya cuma mainan. Salah satu kerjaan anak-anak. Apapun yang bikin mereka senang. Selama ini saya  berusaha menyediakan mainan yang saya anggap cukup baik dan sesuai buat anak-anak saya yang berumur 3,5 tahun dan 1,5 tahun. Tanpa berpikir jauh apakah mainan ini kelak akan berdampak serius pada perkembangannya. Intinya kami tidak begitu dalam melakukan riset untuk hal mainan ini :mrgreen:

Untunglah saya diundang ke sebuah acara yang membuat saya jadi tambah pinter! hahahaha… Acara ini diselenggarakan oleh Fisher-Price. Sudah tau kan kalo Fisher-Price ini adalah merk mainan yang sudah terkenal karena kualitasnya yang jempolan? Acara yang berjudul “Fisher-Price Play IQ Workshop” ini bertujuan untuk memperkenalkan ‘Play IQ… Lebih Dari Main!’ sebagai cara yang tepat untuk meningkatkan kualitas bermain anak dari usia 0 – 24 bulan, dan untuk membantu orang tua memahami perkembangan fisik, kognitif dan sosial-emosional anak. Demikian disampaikan oleh Meiyin Leon sebagai Head of Marketing Mattel South East Asia. Selain Meiyin, hadir juga mbak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, beliau adalah seorang psikolog anak, dan juga Cathy Sharon, selebriti, seorang ibu sekaligus brand ambassador Fisher-Price.

IMG_20141025_105805900(1)
Meiyin Leong dari Mattel Asia Tenggara, Cathy Sharon dan mbak Vera

Konsep Play IQ ini dikembangkan berdasarkan pada 3 pilar utama perkembangan anak yaitu, Fisik, Kognitif dan Sosial-Emosional (FKS). Ketiga pilar ini akan berkembang seiring dengan tumbuh kembang anak. Konsep ini akan menunjukkan lebih lanjut perkembangan masing-masing pilar sehingga orang tua dapat memonitor perkembangan FKS anak mereka dan dapat memberikan stimulasi agar tumbuh kembangnya maksimal.

Konsep Play IQ

Selanjutnya, Fisher-Price juga telah mengidentifikasi dan memvisualisasikan 87 jenis pencapaian dalam tahapan perkembangan anaka usia 0-24 bulan. Pencapaian ini tentu saja diidentifikasi berdasarkan 3 pilar penting yang telah saya sebutkan sebelumnya.

fisherA2-INDO4a-2
Tahapan Penting Pertumbuhan Anak

Masing-masing anak berbeda tentu saja dalam hal tumbuh kembangnya ya… Lebih lanjut, Fisher-Price telah mengkategorikan 7 persona Play IQ yang diharapakan dapat memudahkan orang tua untuk mengukur perkembangan serta mengasah potensi anak. 7 persona tersebut adalah:

  1. The Little Legend – anak yang menonjol di sisi fisik (F)
  2. The Learner Lover – anak menonjol di sisi kognitif (K)
  3. The Natural Charmer – anak menonjol di sisi sosial dan emosional (S)
  4. The Small World Explorer – anak menonjol di sisi fisik/kognitif (FK)
  5. The Born Leader – anak menonjol di sisi fisik/sosial dan emosional (FS)
  6. The Crowd Favourite – anak menonjol di sisi kognitif/sosial dan emosional (KS)
  7. The Big Time Player – anak menonjol di sisi fisik/kognitif/sosial dan emosional (FKS)

Anda para orang tua dapat mengunjungi website Play IQ ya untuk mengetahui anak anda termasuk persona yang mana. Apapun hasilnya, pastikan anda dapat memupuk sejak dini talenta dan potensinya agar si kecil tumbuh dengan baik. Karena menurut mbak Vera, kurangnya jalinan kelekatan orang tua-anak serta stimulasi yang tepat pada si kecil akan membawa masalah dalam perkembangan selanjutnya.

Infographic_fisher-8cara-FIN
8 Cara Bermain dengan Anak sesuai Umur

Jadi, yuk kita cek tumbuh kembang anak kita lewat website Fisher-Price. Dapatkan juga info seputar tumbuh kembang anak lainnya melalui halaman Facebook-nya, follow twitter @FisherPrice_ID, dan Instagram fisherprice_id.

Karena Play IQ… Lebih dari Main!

play_iq_logo

Advertisements

Bermain? Yuk! #adv

Posted on Updated on

Ibuuu…Tiana bosen! Ayo kita main! | Ih…main apa sih? Ibu capek, maen sendiri ya? | Iihhh…ibuuu….

Dialog tadi sering banget terjadi diantara aku dan putri pertamaku. Setiap weekend, yang ada dalam pikiranku cuma gelundungan all day long hahahha… udah capek 5 hari pergi pagi pulang sore. Suka heran sama anakku ini yang kayanya gak pernah kehabisan energi. Padahal udah seharian maen di daycare-nya, sampe rumah teteeep aja ribut pengen maenan.

Namun ternyata keheranan yang saya miliki ini disenyumi dengan anggunnya oleh Mbak Verauli, seorang psikolog keluarga yang hadir pada acara blogger gathering yang diselenggarakan oleh Rinso dan mommiesdaily. Beruntung sekali aku diundang dalam acara yang menyenangkan ini. Menurut beliau nih… 6 tahun pertama masa anak-anak anak-anak memang masa untuk bermain (the play years). Maksimalkan masa-masa ini dan anda akan mendapatkan anak-anak dengan kemampuan executive (mengambil keputusan) yang cukup baik. Kenapa bisa begitu? Karena dengan bermain, yang didapat bukan hanya kesenangan, tapi juga semacam mini role play dalam kehidupan sesungguhnya. Anak akan terlatih untuk memilih dan belajar menghadapi konsekuensi pilihannya.

DSC_2415

Tuntutan anak jaman sekarang memang gila-gilaan ya? Hayo ngaku aja nih emak-emak yang pengen anaknya pinter begini begitu *kemudian ngaca*. Dan kalo kita memikirkannya dengan lebih seksama *halah* maka sebenernya bisa saja kita tetap memberikan mereka pelajaran, namun dengan cara yang menyenangkan, yaitu bermain. Mbak Vera ini kemudian menceritakan salah satu pengalamannya menangani seorang anak usia sekolah dasar. Anak ini sering mengeluh pusing dan sakit perut menjelang berangkat sekolah. Ternyata setelah dimonitor lebih lanjut, anak ini memiliki jadwal yang padat merayap layaknya orang dewasa. Dimulai dari subuh, persiapan berangkat sekolah sampe sore hari selesai les ini itu. Dan lesnya itu ternyata masih seputar pelajaran sekolah juga. Gimana gak puyeng ya itu anak? Kebayang bosennya.

Oleh sebab itu, Rinso punya kampanye terbaru nih yang bertema #kidstoday project. Kampanye ini berusaha mengingatkan kita untuk melihat dunia dari cara pandang anak-anak. Ada 4 video yang super duper lucu dan menyentuh. Kalo buat aku, yang paling bikin #jleb adalah soal ‘anak-anak di perkotaan’. Telak banget ini nyindir diriku sebagai seorang planner *ciyeeee* untuk menyediakan suatu kota yang ramah untuk anak, kota yang menyediakan keamanan dan kenyamanan untuk penghuninya termasuk anak-anak kita. Huhuhhu… dan ketiga video lainnya pun tidak kalah menyentuh, juga membangkitkan rasa kita untuk mengenang jaman kita kecil dulu.

coba deh liat nih salah satu videonya…

buat yang pengen seseruan ikut cerita tentang ‘bermain’ ini, yuk ikutan disini… http://femaledaily.com/showthread.php?t=14422

Pokoknya ya para emak-emak, babeh-babeh… mari kita budayakan kembali bermain buat anak-anak. Outdoor is a better! Let them learn to play and play to learn!