Kamillosan

Happy Mommy, healthy baby!

Posted on Updated on

Emang bener nih kalo emaknya bahagia, anaknya bakalan sehat? hmmm… Pengalaman menyatakan demikian. hehehe… Sebagai emak beranak 2, udah paham lah kalo suasana hati berpengaruh pada semua hal, termasuk sama orang-orang di sekitar kita. Kalo lagi bete nih, maunya ndekem aja ngurung sendirian gak ketemu orang-orang. Itu kalo saya ya… Nah kasian banget kan kalo sampe anak-anak harus ngadepin muka emaknya yang bersungut-sungut? 😀

Udah tau sih memang itu salah satu kekurangan dan sifat buruk saya, tapi masih egois dan susah banget buat nguranginnya. Makanya pas dapet ajakan dari Mommiesdaily buat ikutan acara ‘Happy Mommy, Healthy Baby’ langsung semangat banget ikut. Karena bagaimana pun saya cukup sadar bahwa kita harus mengupayakan kebahagiaan kita sendiri, tanpa tergantung dari orang lain. Kita gak bisa nunggu orang lain buat bikin kita bahagia. Misal, lagi bete trus pengen beli sepatu, ya beli aja, gak perlu lama-lama nunggu pak suami beliin, apalagi pake ngasih-ngasih kode yang gak diterima dengan baik. hahahahahha….pengalaman pribadi banget!

Acara yang diselenggarakan di Hongkong Cafe pada tanggal 30 Mei 2015 ini diselenggarakan oleh Transpulmin dan Kamillosan. Nah, bagi ibu-ibu, saya percaya sebagian pasti sudah akrab ya dengan brand ini, karena keduanya merupakan sahabat ibu menyusui dan balita. Acara ini juga dihadiri oleh 2 narasumb+er yaitu ibu Dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A beliau adalah Ketua Satgas ASI IDAI dan mbak Anna Surti Ariani, Mpsi seorang psikolog anak dan keluarga.

Ki: Dr. Elizabeth Yohmi, SpA - ka: Anna Surti Ariani, MPsi
Ki: Dr. Elizabeth Yohmi, SpA – ka: Anna Surti Ariani, MPsi

Mbak Nina, seperti biasa selalu menyampaikan materi dengan jelas, ringan dan menyenangkan. Kali ini beliau berbagi soal pentingnya kepercayaan diri dan keadaan bahagia buat seorang ibu dalam setiap aspek perjalanan hidupnya, mencakup momen saat hamil, menyusui, membesarkan anak, menghadapi mitos parenting serta menghadapi orang tua dan mertua. Kalo mommy cenderung tidak PD dan tidak bahagia, bisa dipastikan si anak akan menerma imbasnya, ikut tidak bahagia. Agar PD, tentu mommy perlu membekali diri dengan berbagai macam ilmu yang akan bermanfaat dalam momen-momen selanjutnya. Bekal pengetahuan ini penting untuk menghadapi berbagai macam ‘serangan’ dari luar, apalagi untuk mommies baru. Misalnya nih, mommy kurang bekal pengetahuan soal ASI, maka ia akan galau saat ASInya belum mulai keluar deras pada 3 hari pertama, dan akan mulai mempertimbangkan saran-saran dari orang luar untuk memberikan susu formula. Tapi kalo mommy sudah paham ilmunya, masalah ini tentu tidak jadi sesuatu yang besar ya… seperti kita tahu, lambung bayi baru lahir itu masih sebesar biji kacang, jadi belum banyak juga menyerap makanan. Santai. Itu salah satu kuncinya.

Mommies yang cenderung tidak bahagia juga akan sangat mudah cemas. Takut dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Hal ini tentu bukan sesuatu yang baik bagi orang-orang di sekitar kita, terutama anak kita yang akan sangat tergantung dengan kita. Maka, bahagiakanlah dirimu, moms… 😀

Mbak Nina juga memberikan kita suatu permainan yang cukup menarik loh! Kita diminta menuliskan kualitas apakah yang ada dalam seorang orang tua yang baik. Kertas tersebut dikumpulkan kemudian dibagi lagi secara acak. Selain itu, kita juga mendapatkan selembar kertas yang berisi pesan dari mbak Nina tentang kualitas menjadi orang tua yang baik. Inilah kertas-kertas yang saya dapatkan…

FullSizeRender(2)

Amiiinnn… semoga saya bisa menjadi orang tua seperti yang tertulis di atas ya… Semangat!

Nah, sekarang tiba giliran Dr. Elizabeth Yohmi, SpA selaku Ketua Satgas ASI IDAI berbagi soal ASI. Untuk materi yang satu ini saya cukup percaya diri sih… secara anak sudah 2 dan Alhamdulillah berhasil memberi ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjut hingga 2 tahun. Dokter Yohmi memaparkan berbagai macam manfaat dan keunggulan ASI, diantaranya untuk menciptakan bonding anak dengan ibu, memberikan gizi terbaik untuk anak, menjadi kontrasepsi alami bagi ibu, dsb. Beliau juga menjelaskan tentang struktur payudara sehingga kita jelas dalam memposisikan bayi saat menyusui. Beliau juga menyatakan bahwa kesalahan dalam pelekatan ini bisa menimbulkan masalah, diantaranya adalah bayi hanya ngempeng pada puting sehingga bisa melukai puting. haduuuhh… Saya jadi ngilu mengingat pengalaman saya soal lecet ini. Saat itu saya hanya mengolesi puting saya dengan sedikit ASI sambil terus menyusui dan menangis. :hahahaha… ternyata ada pereda nyerinya loh, buk-ibuk! namanya Kamillosan. Kurang pengetahuan juga ternyata saya saat itu 😀 Kalo soal Transpulmin sih saya sudah menggunakannya saat anak-anak terkena flu, lumayan meringankan gejala yang menyertainya loh…

Akhirnya, saya senang sekali bisa mengikuti acara ini. Bisa bertemu muka dengan mbak Nina yang biasanya hanya saya jumpai via twitter. pengetahuan yang saya dapatkan juga bisa menambah rasa percaya diri saya untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak saya.

Buat mommies sekalian yang ingin memperoleh ilmu yang lebih banyak lagi tentang manfaat Kamillosan dan Transpulmin, bisa mengunjungi Facebook dan Twitter-nya ya…

Advertisements