misteri

•November 18, 2009 • 1 Comment

6 jam penasaran menuntaskan Perahu Kertas tulisan Dee. Menemukan penggalan lagu ini:

Maybe that’s all that we need is to meet
in the middle of impossibilities.
Standing at opposite poles,
equal partners in a mystery.
(Mystery, Indigo Girls)

Nice. Just like you’ve said, rite? ;)

my hero

•November 11, 2009 • 5 Comments

kemaren tanggal 10 November. yang bangsa Indonesia peringati sebagai hari pahlawan. muncul berbagai pertanyaan di luar sana? apa itu pahlawan? siapa pahlawan anda?

baiklah. kali ini saya akan bercerita soal salah satu pahlawan saya.

bagi saya, pahlawan adalah seseorang yang berjasa bagi seseorang dan lingkungannya. ya mungkin ada definisi lain tapi saya tidak peduli. pokoknya saya mau pake definisi yang itu saja.

pahlawan saya adalah kakek saya. bapak dari ibu saya. saya memanggilnya mbah kakung. lelaki yang sangat dekat dengan saya, bahkan sepertinya lebih dekat daripada saya dengan bapak saya sendiri.

dulu kami tinggal terpisah. beliau tinggal di kampung halaman kami di Temanggung. sedang kami sekeluarga tinggal di Bandung. beliau sering sekali berkunjung ke Bandung, naik kereta api. dan membawa segepok cerita sepanjang perjalanan. sesekali saya juga pernah diajaknya naik kereta api ekonomi pulang kampung. membeli sepincuk pecel dan jajanan lainnya. menikmati pemandangan dari balik jendela kereta dan mengamati orang-orang segerbong.

beliau juga rajin mengirim surat buat saya dan adik saya, dan menyelipkan beberapa lembar uang ribuan yang bisa bikin saya kaya mendadak di awal tahun 90an itu.

banyak sekali cerita yang keluar dari mulut beliau. banyak yang tidak saya ingat. namun banyak juga yang membekas. tentang perjalanannya bertemu berbagai macam orang. perjalanannya mencari penghidupan dan kehidupan. berbagai nasihat kecil selalu terselip di tiap-tiap ceritanya. kadang berulang. mungkin bosan bagi orang lain yang sering mendengarnya. tapi bagi saya, hal itu ternyata salah satu cara ampuh dalam menanamkan nilai-nilai tersebut.

beliau yang bersusah payah dan bersikeras untuk membiayai saya masuk kuliah, tanpa ribut mempersoalkan jurusan apa yang akan saya ambil. padahal ibu saya sendiri sudah ketir-ketir pas saya bilang saya mau ambil jurusan teknik penerbangan. mau jadi apa kamu nduk? mungkin itu yang ada di pikiran ibu. tapi berbekal kepercayaan mbah kakung, saya maju terus, walopun saya terdepak dan akhirnya ketrima kuliah di Semarang. beliau juga yang membayar dan mengantar saya untuk daftar ulang. bangga sekali tampaknya akhirnya cucu pertamanya ini ketrima di universitas negeri.

tidak lama saya kuliah, beliau mengajak saya dan ibu serta adik dan sepupu saya untuk pergi ke Jawa Timur. napak tilas jejak leluhur katanya. akhirnya kita berhasil juga menemukan jejak keluarga yang terpisah sekian puluh tahun. beliau juga yang menurunkan sifat ‘merekatkan keluarga’ ini pada saya. saya biasa dididik untuk mengenal keluarga dan kerabat saya. perjalanan itu pula yang mengasah insting jiwa petualang saya. halah. kami berjalan mencari sesuatu dengan bekal minim. dan berjalan dengan mengandalkan arah mata angin. saya senang bisa berperan jadi navigator dan pembaca peta sekaligus tukang tanya jalan saat itu. tidak lupa kami mampir ke makam Bung Karno, tokoh yang beliau kagumi dengan sangat.

perjalanan selanjutnya adalah saat saya baru saja masuk kerja. beliau dengan ngototnya pengen menjenguk adik saya di Bali. pengen ngrasain naek pesawat. dan harus saya yang mengantar. waks! dengan senang hati akhirnya saya ngibul dikit kepada bos untuk menghadiri acara keluarga di Bali. perjalanan yang menyenangkan buat saya, tapi tampaknya tidak bagi orang sepuh seperti beliau. pesawat delay dan udara bali yang panas rupanya membuat beliau tidak merasa nyaman. namun tetap senang karena akhirnya kesampaian pergi ke Bali. naek pesawat.

seingat saya, saya tidak pernah mendapat halangan serius soal apapun dari beliau. apalagi soal pendidikan. saya diberi kebebasan sepenuhnya. asal bertanggung jawab. larangan yang jelas sering diutarakan memang soal laki-laki. agar saya tidak dulu tergoda dengan urusan ini sebelum saya selesai sekolah. tidak dijelaskan dengan detil sih apa alasannya. tapi dengan bekal kebandelan saya, akhirnya saya membuktikan memang nasehat beliau ada benarnya. urusan laki-laki memang bikin ruwet. o iyah…beliau juga tidak suka saya begadang nonton bola. yang untuk hal ini saya juga membandel. kebiasaan saya minum kopi tampaknya juga menurun dari beliau. juga kesenangan menjelajah dunia dengan selembar peta.

satu nasehat yang saya jadikan pegangan sampe sekarang adalah: ‘urip kuwi kudu iso sawang sinawang’ yang artinya, hidup itu harus saling memandang, bukan hanya ke atas tapi harus bisa memandang ke bawah juga. dalam rangka bersyukur. dan mengukur kemampuan diri.

sabtu wage, 7 november 2009, tepat di hari pasaran kelahirannya, 90-sekian tahun yang lalu, beliau meninggalkan saya. meninggalkan adek-adek saya. meninggalkan anak-anak dan menantunya. meninggalkan sodara-sodaranya. meninggalkan ladang kopi yang sangat dicintainya. meninggalkan tanah air yang dibanggakannya.

iya, saya bersedih. saya merasa belom penuh berbakti padanya. dan memberi buyut yang lucu-lucu. tapi saya sudah ikhlas. sudah waktunya beliau beristirahat.

sugeng tindak, my role model, my best man, mbah kakung-ku. :)

p.s: dulu kalo beliau mau pergi2 tanpa mau diikuti cucu-cucunya, beliau pasti bilang mau ke Harare, jauh sekali. beberapa tahun kemudian saya baru tau kalo itu ada di Afrika sana. dan masih berharap saya bisa menginjakkan kaki disana. :)

cemburu?

•October 27, 2009 • 3 Comments

27 Oktober 2009.

kata orang2 di dunia maya sana, ini hari blogger nasional.

buat saya ini tetep hari selasa. hari dimana saya bangun tidur dengan badan pegal dan perut kembung karena semaleman tertidur meringkuk di sofa setelah bercakap dengan si pacar di ujung telepon sana.

kok cemburu?

iya, ntah lah tampaknya hari ini sedang terserang virus cemburu.

cemburu dengan orang lain yang bisa bangun tidur dengan semangat.

cemburu dengan orang lain yang bisa semangat berangkat ke kantor.

cemburu dengan orang lain yang bisa semangat bekerja di kantor.

cemburu dengan orang lain yang sedang merasa optimis.

cemburu dengan orang lain yang hari ini bisa bilang ‘I’m fine’

cemburu sama kamu. mungkin.

ih… males banget kalo lagi kena inferior syndrome kaya ginih…

wish me luck lah!

all i have to do is dream?

•October 22, 2009 • 2 Comments

sleep tight beib…meet me in your dream…

itu status twitter si pacar beberapa malam yang lalu.

ah…dia tidak tau…saya lebih suka bertemu dengannya langsung daripada ketemu di mimpi.

ahai! harap maklum kalo postingan saya akhir2 ini gini terus! :D

OK!

•September 30, 2009 • 3 Comments

There are three sides of an arguement — your side, my side and the right side, anonymous.

Gak ada yang salah dengan berbeda pendapat. Hanya masalahnya bagaimana cara kita menyikapinya.

so, after all that we’ve been through, I know we’re cool:)


pra – pas – post!

•September 4, 2009 • 1 Comment

is this my period? *coret2 kalender*

duh! capek deh! :( kok sekarang jadi ngawur yah? sindromnya gak kenal waktu. gak sebelum, pas ato sesudahnya. ah…who cares?! lets blame the hormones! :mrgreen:

beib, maaf ya jadi sasaran uring2an mulu… :D

yang manis siang ini

•September 3, 2009 • 1 Comment

siang yang panas, masih di kubikel yang berantakan.

tidak. tidak sedang magabut. dikit. cuma mau mampir sini dan menulis kembali lirik lagu yang baru saja saya temukan. lutu. :D

jatuh cinta itu biasa saja
- efek rumah kaca

Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

————————————————-

to twit, isn’t it? ;)


…. *sigh*

•September 1, 2009 • Leave a Comment

Kangen.

anything for you
Turn my castles blue
Turn my bones to sand
Just to see you
I’ll give you anything
I’ll give you anything
I’ll give you anything

but i won’t give up!

kemana yuk?

•August 14, 2009 • Leave a Comment

jumat siang, kubikel yang panas.

saya menyesap segelas besar jus apel punya si bos. hmmm….. jadi tambah pengen ke Malang. tidak ada tujuan khusus kesana, hanya saja terpanggil sedari dulu untuk menyusuri bagian lain dari tanah tumpah darah saya. hayah. :D

saya rindu bepergian. sendiri. menikmati kesunyian dalam keramaian perjalanan. membuang penat yang saya bawa dari titik awal saya beranjak. membawa pulang hawa baru yang saya kumpulkan sepanjang perjalanan.

well, sepertinya akhir2 ini terlalu banyak hal yang bikin capek. bahkan teman-teman yang biasanya sanggup menjadi pelipur juga tidak dapat berbuat banyak.

yeah….i need a getaway! mari kita kemana!

moodswing

•August 5, 2009 • Leave a Comment

A certain amount of frustration may be present in your life right now, much as you would like to avoid it. Try to work solo as much as possible to duck any negative energy around you. You can actually turn this sense of discontent to your advantage — a situation that is using your last nerve as a jump rope might just force you to find a solution. Direct your formidable resources toward this, and you’ll be sitting pretty in no time.

itu bunyi ramalan hari ini. *sigh* ntah hari ini bangun dengan mood yang ndak cantik! mengganggu. rasanya pengen ngilang dan muncul di Milan, makan gelato. halah! :D